Saturday, October 23, 2010

Allah menyeru kamu, Allah menjaga kamu

Manusia sering alpa dan mudah leka dengan kesenangan. Nikmat-nikmat yang melimpah ruah di sekelilingnya mudah membuatkannya lupa dengan tanggungjawabnya terhadap Allah SWT sebagai hamba. Biasanya, manusia dengan banyak kesenangan, lebih cenderung menggunakan atau dipergunakan oleh kesenangannya untuk jauh daripada Allah SWT.
Maka kadangkala, kehidupan akan di’gegar’kan oleh Allah SWT.
Seperti orang yang mengantuk digegarkan oleh rakan di sebelah agar dia terjaga, maka begitulah ujian-ujian yang diberikan kepada manusia.
Seakan-akan ia seruan lembut daripada Allah SWT: “Sedarlah dari kealpaanmu, dan merapatlahg kepadaKu.”
Maka ada orang berkata kepada saya: “Tetapi saya tidak pernah mengecapi kesenangan pun seumur hidup saya!”
Saya akan menjawab: “Sama ada kamu yang tidak berusaha bersungguh-sungguh, ataupun Allah tahu sekiranya kamu memperolehi kesenangan, kamu akan lebih kufur daripada hari ini.”
Tidakkah kamu melihat Allah ingin menjaga kamu?
Allah, aturanNya tidak pernah sia-sia. Tinggal manusia sahaja tidak menyedarinya.
Satu keyakinan yang pasti, Allah tidak pernah melakukan sesuatu perkara dengan sia-sia. Semuanya pasti ada hikmah dan pengajarannya. Termasuklah dengan apa sahaja yang diberikan kepada kita. Tinggal biasanya, kita tidak memerhatikannya, menelitinya, ataupun ilmu kita tidak sampai untuk menyedari hikmahNya.
Satu yang perlu ditanam di dalam jiwa kita adalah bersangka baik kepadaNya dalam segala hal. Kita kena faham bahawa, Dia Maha Mengetahui, dan kita langsung tidak mengetahui apa-apa.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Surah Al-Baqarah ayat 216.
Allah sedang menyeru kamu. Memanggil dekat ke sisiNya.
Jangan fikir Allah tidak menyayangi kita apabila Dia memberikan kita kesusahan dan kesukaran. Jangan sangka Allah mebenci kita apabila Dia menguji dan memberikan bencana.
Tidakkah kita perasan apabila kita ditimpa kesusahan, jiwa kita automatik memerlukan sokongan? Dan akhirnya kita faham bahawa tiada sokongan yang lebih kuat melainkan sokongan Allah SWT. Akhirnya kita bergerak kepadaNya, mengadu kepadaNya, meminta bantuanNya.
Maka kesusahan, ujian dan bala bencana yang menimpa kita tadi, hakikatnya adalah ‘panggilan kasih sayang’ Allah kepada kita. Bagaimana agaknya kalau kita tidak ditimpa kesusahan? Apakah kita lebih mudah mengingati Allah SWT?
“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” Surah Ash-Shura ayat 30.
Tidak semestinya maksud ‘perbuatan tanganmu sendiri’ di sini adalah dosa dan maksiat seperti membunuh, mencuri, berzina dan sebagainya. Jauh daripada Allah, lupa kepada Allah, itu juga adalah termasuk dalam ‘perbuatan tanganmu sendiri’ juga sebenarnya.
Maka, musibah datang memberikan peringatan. Kenapa Allah memberikan peringatan? Kerana Allah bersedia untuk memberikan keampunan. Sebab itu ayat itu ditutup dengna ‘dan Allah memaafkan sebahagian besar dari kesalahan-kesalahanmu(yang menyebabkan kamu ditimpa musibah)’.
Semua orang-orang kaya di zaman Rasulullah, tetap melalui ujian. Saidina Uthman bin Affan RA diuji dengan kematian kedua-dua isterinya(Ruqayyah dan Ummi Kalthum). Abdurrahman bin Auf RA diuji dengan kakinya yang tempang apabila ditusuk dengan 21 tusukan ketika mempertahankan Rasulullah di Uhud. Belum dikira ujiannya yang meninggalkan semua hartanya di Makkah ketika Hijrah. Sama begitu juga dengan jutawan Suhaib Ar-Rumy, yang pergi ke Madinah sehelai sepinggang apabila hijrah.
Ujian-ujian ini, yang membuatkan mereka lebih menghargai harta-harta yang mereka ada. Adakah dengan menghargai itu bermakna mereka menyimpannya dan bakhil tidak menggunakannya untuk Islam? Tidak. Mereka menjadi seorang yang sangat dermawan, membantu Islam dengan kekayaan mereka, dan mereka tidak sesekali meletakkan kesenangan-kesenangan mereka di dalam jiwa.
Kerana mereka telah diproses oleh ujian yang Allah berikan.
Bagaimana kalau Allah tidak memberikan mereka ujian? Apakah mereka akan menjadi seorang yang sama dengan apa yang mereka jadi di dalam sejarah?
Semestinya tidak. Hal ini kerana, hanya orang yang pernah kehilangan nikmat, tahu apa nikmatnya nikmat. Lebih-lebih lagi apabila jiwanya telah berhubung dengan Allah SWT.
Allah sedang menjaga kamu, menjauhkan kamu dari keburukan.
Ada pula yang mengadu bahawa dia langsung tidak pernah senang. Hidupnya penuh dengan ujian. Hidupnya penuh dengan kesengsaraan.
Guru Aqidah saya, Dr Samirah Tohir pernah berkata:
“Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui. Ada kemungkinan kesenangan tidak datang kepada kamu, kerana Allah Maha Tahu bahawa kamu akan menggunakan kesenangan itu ke arah kemungkaran nanti.”
Tidakkah kita memerhatikan? Ya, mungkin kita akan kata: “Mana ada. Saya akan gunakannya sebaik-baiknya!” Tetapi siapakah kita hendak menandingi pengetahuan Allah SWT?
Kita melihat ramai orang yang hidup dalam kesenangan tertipu dengan kesenangan mereka, tidak mempunyai ketabahan seperti ketabahan kita yang hidup sukar, tidak mempunyai hubungan yang rapat dengan Allah seperti kita yang seringkali mendekati Allah mengadu dan memohon. Bagaimana agaknya kita apabila diberikan kesenangan?
Tidakkah kita memerhatikan?
Allah sedang menjaga kita, memuliakan kita, mengangkat kita.
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” Surah At-Taghabun ayat 11.
Tidakkah kita merasa bahagia?
Penutup: Sangka baik kepada Allah, dan melihat segala yang berlaku dengan pandangan mukmin.
Sebagai seorang yang beriman kepada Allah tanpa keraguan, kita sepatutnya mengekstrak hanya kebaikan-kebaikan dari apa sahaja yang berlaku. Seorang yang beriman kepada Allah, akan senantiasa positif kepadaNya. Hal ini kerana, keimanan-keimanannya memandu. Keimanan-keimanannya memimpin. Kita yakin Allah mengharamkan kezaliman pada diriNya, kita yakin bahawa Allah tidak Memungkiri JanjiNya, Kita yakin Allah tidak akan melakukan perkara yang sia-sia.
Maka kita yakin, apabila Allah mengekalkan kita di satu tempat, ada hikmahnya.
Maka kita yakin, apabila Allah memberikan kita bala bencana, ada hikmahnya.
Semuanya perlu kita hubungkan kembali dengan Allah, kehidupan kita, dan akhirat. maka kita akan melihat, memang benar, semua ini bukan sia-sia. Ada sebab kenapa Allah buat demikian kepada kita.
Ini pandangan seorang mukmin.
Sebab itu, orang mukmin memang manusia biasa yang imannya turut turun dan naik. Tetapi orang mukmin, apabila dia berada di bawah, dia tidak akan berlama-lamanya pada kerendahan keimanannya. Dia akan segera naik. Dan apabila dia naik, dia naik lebih tinggi dari sebelumnya.
Orang mukmin sentiasa bahagia dengan kepercayaan ini.
Jika tidak, Sumaiyah yang disula sudah pasti meraung-raung mencaci Allah ketika Abu Jahal hendak menyulanya. Jika tidak, Suhaib Ar-Rumy pasti sudah mencaci-caci Allah ketika dia terpaksa meninggalkan hartanya yang susah payah dikumpulkannya. Jika tidak, Bilal bin Rabah pasti sudah mencaci-caci Allah apabila dia diseret di tengah padang pasir yang panas dan dihempapkan batu di atasnya.
Tidakkah kita memerhatikan? 
 Dipetik dari blog : http://ms.langitilahi.com/

Friday, October 15, 2010

Ada apa dengan 4

Ada empat hal yang akan membuat badan sakit: Terlalu banyak bicara, terlalu banyak tidur, terlalu banyak makan, dan terlalu banyak melakukan hubungan badan. Terlalu banyak bicara membuat kemampuan otak menurun, membuatnya lemah, dan mempercepat tumbuhnya uban. Terlalu banyak tidur akan membuat wajah menjadi pucat, hati menjadi buta, mata menjadi jelalatan, malas bekerja, cenderung berprilaku kasar, serta penyakit-penyakit lain yang sulit dicari obatnya. Terlalu banyak melakukan hubungan badan akan membuat badan menjadi lemah, membuat kekuatan menurun, menurunkan kebugaran tubuh, membuat otot mengendur, dan menimbulkan banyak dampak membahayakan ke seluruh tubuh. Dampaknya terhadap otak adalah daya ingat menurun karena otak dibuat terlalu letih, dan kemampuanya untuk menurunkan kemampuan tubuh lebih besar dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya.

Empat hal yang merusak tubuh: Cemas, sedih berkepanjangan, lapar dan kurang tidur malam.

Empat hal yang memberikan kesenangan ke dalam hati: Melihat yang hijau-hijau, melihat air yang mengalir, melihat kekasih, dan melihat buah-buahan.

Empat hal yang bisa membuat pandangan mata menjadi gelap: Berjalan tanpa alas, merenggut di pagi buta dan sore hari menjelang tidur, terlalu sering menangis, dan terlalu banyak membaca tulisan-tulisan yang sangat kecil.

Empat hal yang membuat badan menjadi kuat: Memakai pakaian yang lembut, mandi dengan air hangat, makan makanan yang manis dan berlemak, dan mencium wewangian.

Empat hal yang menghilangkan kesegaran dan keceriaan wajah: Berbohong, tak tahu malu, terlalu banyak bertanya yang tanpa dasar, dan banyak melakukan maksiat.

Empat hal yang membuat wajah semakin segar: Menjaga harga diri, menepati janji, dermawan, dan takwa.

Empat hal yang mendatangkan kemarahan dan kebencian: Takabur, dengki, bohong, dan suka mengadu.

Empat hal yang bisa mendatangkan rezeki: Bangun malam untuk shalat, banyak beristighfar menjelang fajar, membiasakan memberi, dan membiasakan diri berdzikir di sore hari. Kutanyakan pada malam adakah rahasia dalam dadamu? wahai yang menyembunyikan rahasia dan kabar Dia menjawab, ya, takkan kubocorkan rahasia sepanjang hayaku kecuali kepada mereka yang datang menjelang fajar

Empat hal yang akan mencegah datangnya rezki: Tidur dipagi hari, jarang shalat, malas, dan suka berkhianat.

Empat hal yang akan membahayakan pemahaman dan kemampuan otak: Ketagihan makanan yang masam dan buah-buahan, tidur terlentang, resah, dan gundah.

Empat hal yang akan menambah daya pemahaman: Hati ang bersih, tidak menjejalkan makanan dan minuman ke dalam tubuh secara berlebihan, mengatur menu makanan yang baik dengan menambahkan makanan yang manis dan mengandung lemak, membuang semua endapan makanan yang memberatkan badan.

[DR. Aidh Al-Qarni]

Wednesday, October 6, 2010

Jom amal Al-Mathurat


1. Al- Ma'thurat merupakan wirid dan doa harian yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Baginda adalah orang yang paling mengetahui betapa besarnya ganjaran yang diperolehi dari amalan doa dan wirid tersebut.

2. Wirid, doa, zikir dan istighfar dalam Al- Ma'thurat ini akan memantapkan jiwa di samping memiliki keutamaan dalam segala aspek kehidupan. Mendidik hati agar sentiasa merindui kepada Ilahi dan memberi kelapangan hidup dan kesihatan jasmani.

3. Bagi seorang muslim masanya tidak berlalu begitu saja. Dikala pagi dan petang ia sentiasa bertasbih, istighfar, tahmid dan berdoa kepada Allah dengan zikir yang ma'thur ( yg berasal daripada Nabi SAW ).
4. Jika sesiapa mengamalkan zikir Al- Ma'thurat ini akan merasakan perbezaannya dengan hari2 yang tidak dimulakan dengan zikir Al- Ma'thurat. Begitulah kekuatan doa2 dan wirid dalam Al- Ma'thurat ini sebagai senjata mukmin.

Beramallah sesuai dengan ajaran Islam, isitu seperti yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Orang2 mukmin yg sejati akan mengisi ruang masanya dengan berbagai amalan dan ibadah yang akan mendekatkan dirinya dengan Allah SWT. Bibirnya sentiasa basah dalam berzikir, membesarkan dan mengagungkan Allah Yang Maha Mulia, kemudian berdoa untuk mengharapkan keredhaan Rabb. Tiada sesuati yang lebih beerti dlm kehidupan seorang insan melainkan mendapatkan keredhaan Allah.

Setiap individu baik sebagai pemimpin dalam rumah tangga, masyarakat dan negara serta para pendakwah hendaklah mengamalkan dan menghayati zikir Al-Ma'thurat dengan membaca zikir2 yang diamalkan oleh Rasulullah ini beerti kita telah membentengi diri kita dengan senjata yg kukuh, sehingga terhindar dari gangguan syaitan yang terkutuk.

Oleh sebab itu Al- Syahid Imam Hassan Al Banna telah membina jalan yang baik untuk mengikut sunnah Rasulullah SAW. Beliau telah memilih dan menyusun al- Ma'thurat dgn mengharapkan bimbingan daripada Allah SWT agar terhindar daripada gangguan syaitan yang penuh angkara murka. Maka alangkah baik setiap diri muslim mengamalkan zikir al-Ma'thurat ini pada setiap pagi dan petang, siang dan malam.

Al- Ma'thurat dimulai dengan ucapan " Aku bermohon perlindungan Allah, Maha Mendengar, Maha Mengetahui dari setiap syaitan yang direjam" , mengandungi erti bahawa setiap jiwa kita sebelum melakukan aktiviti harus menyerahkan diri kepadaNya. Ucapan itu juga menunjukkan betapa besarnya harapan seorang hamba kepada Allah, kemudian berusaha untuk terhindar dari sesuatu yang dapat menyesatkan jiwa seseorang dari mengingat Allah.

Bacaan dan zikir yang terkandung dalam zikir Al-Ma'thurat terdapat beberapa keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT terhadap utusanNya Nabi Muhamaad SAW. Hanya insan yang mengetahui betapa besarnya nilai doa dalam kehidupan jiwa sehingga menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari.

Kelebihan membaca Al Mathurat:
1. Tidak dihampiri syaitan
2. Rumah dan keluarganya terselemat dari perkara yang tidak diingini.
3. Allah mencukupkannya apa yang sangat diperlukan dari urusan dunia

Dan akhirat.
4. Orang yang membacanya kemudian dia mati pada hari atau malam
tersebut maka Allah akan menjamin untuknya syurga.

5. Selamat dari segala sesuatu.
6. Allah menyempurnakan nikmatnya ke atas orang yang membacanya.
7. Allah berhak untuk meredhainya
8. Tidak ada sesuatu yang mendatangkan mudarat ke atasnya.
9. Terhindar daripada syirik.
10. Selamat dari bisa atau sengatan semua makhluk yang beracun.
11. Dimudahkan menyelesaikan hutang-hutang.
12. Berhak untuk mendapat syafaat pada hari kiamat.
13. Sesiapa yang membaca di waktu pagi,akan dipelihara oleh allah hingga ke waktu petang.Dan sesiapa yang membacanya di waktu petang akan dipelihara hingga ke waktu pagi.
14. Mengamalkannya umpama mengamalkan Sunnah Rasulullah dari sudut zikir dan berdoa, dan berbagai lagi kelebihan.

sumber:iluvislam